Selasa, 04 Desember 2012

Sinopsis "Bee movie"

Berdasarkan semua hukum penerbangan secara umum, tidak mungkin bahwa lebah bisa terbang. Sayapnya terlalu kecil untuk mengangkat tubuhnya yang gemuk dari tanah. Meskipun begitu lebah tetap terbang. Karena lebah tidak perduli dengan apa yang menurut manusia katakan bahwa lebah terbang itu adalah hal yang tidak mungkin terjadi.
Berkaitan dengan hal itu, pada kesempatan kali ini, saya ingin membuat sinopsis "Bee Movie. "
Bagaimana kisahnya?
Oups..., tapi sebelumnya kita harus menonton video singkat di bawah ini lho...! 

video

-----Yups!-----

Gimana? menaburkan berjuta-juta rasa penasaran kan!
Yuhu..., kita lanjutkan baca sinopsisnya..., guys...
To the point together!

***
      Awalnya, seekor lebah (yang bernama Berry) mengunjungi perusahaan milik kaum lebah. Kemudian, Berry mengelilingi perusahaan tersebut, sekedar untuk melakukan orientasi seperti layaknya para pekerja baru. Setelah mendapat panduan dan mengikuti serangkaian acara, akhirnya ia mendapat curhatan bahwa sebagian lebah yang mendapat tugas (penyerbukan) di lapangan atau di luar sana tak pernah kembali lagi. Oleh sebab itu, ia terus memikirkan permasalahan tersebut sehingga terbesit niatan untuk mengikuti penerbangan di luar bersama petugas penyerbukan (tepung sari). Kemudian, ia pun berangkat bersama petugas dengan membawa misi "semakin banyak menyebarkan serbuk sari, semakin banyak nectar dan semakin banyak menghasilkan madu. " Setelah misi terlaksana, petugas penyerbukan beserta Berry melakukan pendaratan di lapangan badminton karena mereka penasaran dengan bola badminton. Namun, sial bagi Berry karena tubuhnya tersangkut dengan bola. Dan ketika Vanessa (pemain badminton) mengambil dan memukul bola itu, sehingga membuat Berry terlempar jauh dan masuk ke dalam mobil orang. Setelah itu, ia berusaha keluar dan terbang kembali. Lalu, hujan tiba di tengah perjalanannya sehingga ia harus melakukan pendaratan. Ternyata, Berry terjatuh tepat di rumah Vanessa. ------Singkat kata, singkat cerita----- akhinya Berry dan Vanessa berteman. Sesudah Berry berkeliling kota untuk mencari kepastian yang sebenarnya yang terjadi pada madu, ia kembali ke tempat asalnya (pulang) dan kemudian menginfokan berita kepada seluruh kaum lebah.
***
------Singkat kata, singkat cerita-----
      Di suatu hari, Berry menuntut manusia atas tindakan pencurian/perampasan/kepemilikan madu secara ilegal. Menurut Berry bahwa ulah manusia sudah di luar batas, misalnya: pengakuan label produksi madu secara ilegal padahal madu itu seharusnya yang berhak menjadi owner serta label maupun konsumen hanya dari kaum lebah sendiri (bukan manusia, beruang, atau yang lainnya) karena yang memproduksi madu juga hanya kaum lebah, penindasan/kekerasan/penyiksaan yang dilakukan oleh manusia terhadap lebah ketika lebah sedang memproduksi madu dengan semena-mena manusia (peternak) mengambil hasilnya dari sarang (penangkaran), bila lebah hanya mengonsumsi segelas madu dalam setahun namun manusia malah menghambur-hamburkan banyak madu dengan cara mengoles-oleskannya di bibir, dan lain-lain. Dari situ, Berry berhasil memenangkan tuntutannya. Dan mendapatkan ganti rugi, semua madu dikembalikan pada kaum lebah (sampai bertumpah ruah), beruang di masukkan ke dalam penjara, dan sebagainya.
***
      Namun, setelah kejadian itu, malah berakibat fatal bagi manusia dan lingkungan alam sekitar. Karena kaum lebah semakin bermalas-malasan untuk memproduksi  (pengangguran... pengangguran... pengangguran... leyeh... leyeh... penak tenan) sehingga bunga pun menjadi layu dan Vanessa tidak dapat berjualan bunga lagi. Oleh sebab itu, Berry (yang saat itu sudah berprofesi sebagai pengacara) mencari solusi untuk memecahkan permasalahan tersebut. Salah satu caranya, yakni dengan menggalakkan semangat kerja lagi kepada kaum lebah. Akhirnya, Vanessa dapat berjualan bunga lagi serta memperoleh label legal dari Berry.
***

-----Terciptalah simbiosis mutualisme-----

Gimana? seru..., bukan cerita filmnya?!
Pengen tau selengkapnya? mau lihat filmnya?
searching dan download aja di sini nih:
www.cinema3satu.blogspot.com

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Copyright 2009 Winda's home